Mengutip obrolan bersama pemilik bengkel di bilangan bundaran Baros Cimahi.

Ketika dinamo alternator mobilku pengisiannya bermasalah saya sempat konsultasi dengan orang bengkel rekomendasian teman di komunitas Mazda UC1400. Dinamo jalan yang terpasang di mobilku waktu itu pakai punya nissan yang nilai ampere nya lebih besar ketimbang dinamo original MR90 yang hanya 40A, dan batterey yang terpasang 60A.

Sebelum di bongkar dinamo alternator sempat di test pakai alat ukur dalam keadaan tanpa beban jarum menunjukan di 14v dan ketika lampu utama di nyalakan jarum tester turun drastis ke angka 8V.
Setelah dinamo alternator di bongkar dan ternyata diodanya udah gak berfungsi semua sehingga pengisian tidak maksimal.
Memang dasarnya si pemilik bengkel itu baik hati dan tidak sombong dan enak diajak konsultasi maka kulontarkan beberapa pertanyaan 
Saya: “kalau seandainya dinamo alternator ampere nya lebih kecil daripada ampere accu yang dipakai akan bermasalah gak?”
Bengkel: “tidak masalah asalkan pemakaian stroom nya standard standard aja, artinya standard disini pemakaian stroom gak berlebihan
Saya: “pengertian standard tuh seperti apa dan pengertian berlebihan tuh seperti apa?”
Bengkel: ” dibilang standard ya seperti hal nya kalo malam pake lampu yg watt nya tidak terlalu besar diusahakan mengikuti spek bawaan nya, ac, audio system yang biasa biasa aja.
Kalo di bilang berlebihan berarti segala sesuatunya mengkonsumsi stroom lebih dari kapasitas.”
Saya: “kayak di mobil saya ini pake accu 60A trus kalo pake dinamo alternator nya pake yang standard 40A aman gak?”
Bengkel: “aman”
saya: ” bukannya gampang panas ke alternator nya?”
Bengkel: “gampang panas ke alternator karena pemakaian stroom yang berlebihan”
Saya: “kok bisa?”
Bengkel: karena dinamo alternator akan berhenti bekerja ketika accu pengisiannya sudah pull, nah kalau seandainya pemakaian stroom nya berlebih maka akan menguras stroom yg ada di accu sehingga alternator harus bekerja keras untuk mengisi pull accu.”
Saya: “mmmmmmm”( sambil manggut manggut)
Bengkel: “kita ibaratkan accu adalah tandon air dan dinamo alternator adalah mesin air yang memakai radar otomatis, ketika air penuh maka mesin pompa air akan berhenti,
Nah ketika kran dibuka untuk mengisi ember maka air didalam tandon akan menyusut dan secara otomatis mesin pompa airpun nyala karena mendapat perintah dari radar otomatis.
Lama dan sebentarnya mesin pompa air menyala itu tergantung kepada besar kecilnya daya pompa air tersebut. Akan terjadi kekosongan pada tandon air ketika kekuatan pompa air lebih kecil daripada keran tandon yang dibuka secara kontinyu. 
Begitu juga dengan system kerja nya alternator, ketika pemakaian stroom tidak melebihi kapasitas pengisian dari alternator sih aman aman aja tidak akan tekor accu.”
Saya:”ok deh kalo begitu kebetulan saya punya cadangan alternator original bawaan mr90 yang ini gak usah dibenerin dulu saya mau pake yang bawaan nya saja.”
Bengkel:”Itu lebih bagus selama dimobil pemakaian stroom nya tidak berlebihan dan gak tekor di pengisian, perlu diingat semakin besar alternator maka semakin besar juga membebani kinerja mesin mobil.karena beban mesin bertambah maka bertambah pula konsumsi bahan bakar.”
Dan setelah mendapatkan penjelasan dari si mpunya bengkel itu akhirnya kupasang alternator bawaan mr90 buah tangan dari acara HBH UC1400, Lumayan agak ngirit pengeluaran perawatan.
Dan sampai saat ini tidak ada kendala apapun walau mobil dipakai dimalam hari dan ber ac ria.

Terima kasih mang Lupus holic yang sudah membantu dan berkenan untuk datang ke tkp waktu mobil saya mogok.
Terima kasih juga buat mang Rahutomo yang telah merekomendasikan bengkelnya.
Hidup berkomunitas memang banyak manfaatnya “Bravo Mazda UC1400 Community
Tamatlah sampai disini cerita dinamo alternator ku malang accu jadi soak