(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,’script’,’//www.google-analytics.com/analytics.js’,’ga’); ga(‘create’, ‘UA-58184041-1’, ‘auto’); ga(‘send’, ‘pageview’); Pengalaman pribadi ini terjadi belum lama yaitu setelah selesai HBH Boomer MR90 community di Bandung pada tanggal 15 Sept 2013,
Sepulangnya dari Katumiri saya penasaran dengan adanya suara yang aneh (kreek kreek) di ruang mesin Bluekutux, saya berusaha mendiagnosa berasal dari mana suara itu muncul.
Menurut pendengaranku suara itu muncul dari seputaran waterpump ku coba ku kencangkan baut bautnya dan sialnya ada satu baut yang putus dan suara aneh tersebut malah makin menjadi, karena hari sudah malam maka saya memutuskan untuk mengabaikan baut pully waterpump tersebut,
Badan terasa capek saya berniat memejamkan mata sebentar sebelum kembali ke Semarang,
Jarum jam menunjukan jam 22.00 saya bersama istri memutuskan untuk berangkat. perjalanan sudah 2jam terlewatkan dan bluekutux pun melaju di kecepatan 100kpj tiba tiba ada suara benda yang lepas terlempar di ruang mesin dan saya pun berusaha menepi di tempat yang tidak terlalu sepi, waktu itu saya berhenti di daerah Tomo didepan markas LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia.
Segera saya ceck ruang mesin ternyata apa yang terjadi pully jebol dari ikatan baut baut di waterpump, electric fan rontok karena ke hantam fully, radiator bocor ke banting kipas,

Pada saat itu saya memutuskan untuk nginap di mobil karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan dan disitupun jauh dari penginapan. Sambil menunggu pagi saya coba posting di grup fb dan meminta saran saran dari rekan rekan, besoknya saya memutuskan kembali ke Bandung untuk hunting sparepart saya coba tetep komunikasi dengan teman teman komunitas, untuk meminta petunjuk di toko mana yg ready stok sparepart yg saya butuhkan. Akhirnya saya bbm an dengan om Yatno dan beliau merujuk ke toko sparepart Kosambi Express, ditoko ini saya di sodorkan 2 macam pully yakni pully yang standard dan pully kecil, saya jatuhkan pilihan ke pully standard dengan alasan pertama dalam keadaan darurat saya tidak mungkin untuk merubah lubang baut, karena pully kecil lubang bautnya tidak presisi dengan lubang di waterpump. Alasan yang ke dua Bluekutux sendiri sudah memakai sistem pendingin electric fan jadi tidak mengandalkan putaran mesin untuk mendinginkan radiator, walaupun pada saat itu yang akan di aplikasikan adalah kipas konvensional untuk sementara waktu sebelum mendapatkan daun kipas utk EF (mitsubishi galant)
Karena pully saya ganti dengan pully standard otomatis fanbelt harus ganti juga dengan ukuran standard juga.
Singkat cerita saya sudah mendapatkan sparepart yang saya butuhkan diantaranya pully standard, fanbelt standard, tapi sayang waktu itu saya tidak mendapatkan daun kipas electrik punya galant 94, dan akhirnya saya beli kipas convensional universal 7blades. Mengingat upper hose bluekutux udah korosi maka sekalian aja ku belikan biar sekalian diganti.
Jam 14.00 saya kembali ke tkp tempat bluekutux mogok., sampai di tkp jam 5 langsung saya buka kap mesin dan bongkar semua sparepart yg mau diganti, disinilah baru ketahuan suara  aneh yg mendecit itu ternyata berasal dari baut pully yang di waterpump kepanjangan dan mentok di body waterpump sehingga mengeluarkan suara gesekan.


Karena waterpump nya masih keliatan bagus kupasang lagi tuh waterpump,
Sekarang giliran pemasangan kipas manual, karena kipas yang saya beli kipas convensional universal otomatis saya harus menbuat lubang baut dan memperbesar lubang as tengah.
Sudah selesai bikin perlubangan saya pasang kipas dipully,tidak lupa juga tuh radiator yang bocor ditambal dulu dengan meminta tolong tukang ojeg bawa ke tukang tambal radiator.
Sambil menunggu radiator selesai ditambal saya pasang kipas  selesai pasang kipas dan fanbelt dilanjutkan penggantian upperhose selang radiator.
Singkat.cerita radiator pun sudah ditambalkan terus kupasang dan kuisi air seadanya dan tugaspun selesai.
Dan akhirnya bluekutux bisa melanjutkan perjalanan walaupun dengan sistem pendingin radiator alakadarnya tanpa srood dan pully standard, untungnya perjalanan dimalam hari jadi tidak kepanasan tuh mesin. Dan bluekutux pun sampai di kota semarang, sesampainya di semarang ku datangi tukang dinamo yang dulu pasang EF Bluekutux ,

Sekarang ef bluekutux sudah terpasang lagi.

Kesimpulannya:
Jangan menganggap sepele pada baut baut diruang mesin karena akan berakibat patal yang semestinya kita ngeluarin biaya hanya itungan seribu dua ribu karena kelalaian kita akhirnya dana yang dikeluarkan bisa ratusan ribu

Dengan sistem pendingin radiator memakai electric fan mesin terasa lebih ringan kalau kita memakai pully standard.
Dengan memakai pulley standard di kombinasi dengan sistem pendingin electric fan tanpa thermostat, kemungkinan pendinginan nya akan lebih maksimal karena putaran air di mesin dan radiator tidak terlalu kencang jadi sempet didinginkan oleh electric fan.

perjalanan bersama bluekutux yang menyedihkan tapi tetep banyak hikmahnya ……